Sabtu, 25 Januari 2020

Kisah Lelaki Calon Penghuni Surga



Kisah Lelaki Calon Penghuni Surga

Suatu ketika Rasulullah saw berkumpul bersama sahabat2 di Mesjid dan mengajarkan Al-Qur'an. Rasulullah Saw kemudian berkata, "sebentar lagi akan ada calon penghuni surga yg datang." 

Para sahabat kemudian bertanya-tanya penasaran sambil mengawasi pintu, siapakah orang yang akan datang calon penghuni surga itu? 

Tak lama berselang, masuklah seorang laki-laki, inikah org yg dimaksud Rasulullah? 
Dia tak lebih dari lelaki kebanyakan. Dia juga tidak termasuk dalam kelompok Sahabat Utama. Bukan dari golongan Quraisy dan tidak dikenal orang banyak. Bahkan keistimewaannya tidak pernah disebut-sebut orang banyak, 

Para sahabat berpikir, mungkin bukan lelaki ini yg dimaksud Rasulullah.

Namun, tiga kali berturut-turut kejadian seperti ini berulang, setiap sebelum lelaki tsb datang, Rasulullah selalu menyatakan :"sebentar lagi akan ada calon penghuni surga yg datang." 

Maka para sahabatpun bersepakat mengutus seseorang untuk bertamu nginap dirumah lelaki tsb dengan tujuan mengetahui amalan istimewa apakah yg telah dikerjakan lelaki tsb agar dapat dicontoh.

Utusan para sahabat kemudian bertamu dan minta izin kepada lelaki tsb, agar dapat bermalam di rumahnya hingga 3 hari. Tanpa banyak tanya, lelaki itu mmpersilahkan dengan gembira.

Selama tinggal di rumah tsb, sang utusan mengamati aktivitas lelaki calon penghuni surga seperti yg dikatakan Rasulullah. Makan, biasa saja. AKtivitas lain juga biasa saja, tidak ada istimewa seperti orang kebanyakan. Sholat wajib ditambah sholat sunat sebelum dan sesudah sholat wajib. Kemudian membaca Al-Qur'an beberapa ayat dan tidur. Dalam aktivitas muslim, hal tsb biasa menurut utusan tsb. 

Mungkin Sholat Tahajjud yg kuat, lalu utusan tsb bertekad untuk mengamati dimalam hari. Ternyata tidak juga, dia bangun ketika adzan Sholat subuh. 

Hingga hari ke 3, utusan tsb belum temukan jawabannya, maka ia memberanikan diri bertanya terus terang:"wahai sahabat, terus terang saya diutus kemari untuk menyelidiki amalan2 istimewa apakah yg telah kamu lakukan, sehingga Rasulullah saw menyebut bahwa Engkau adalah calon penghuni Surga? Kami ingin mencontohnya."

Lelaki tsb menjawab dengan suara rendah, "wahai sahabat, seperti yg telah kamu lihat, aku ini hanya seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Aku bukanlah org istimewa." Kemudian dia berpikir sejenak dan melanjutkan, "tapi aku punya amalan kecil yg rutin tidak pernah aku tampakkan kepada org lain."

"Apakah itu wahai sahabat? Tolong sampaikan kepada kami aga dapat mencontohnya, pinta utusan tsb.

Dengan tatapan rendah dan suara yg gemetar, lelaki tsb berkata : " Alhamdulillah, setiap sebelum tidur aku senantiasa berusaha membersihkan hatiku. AKU MAAFKAN ORANG YG TELAH MENYAKITIKU. KUBUANG SEMUA PERASAAN IRI, DENGKI, DENDAM DAN PRASANGKA BURUK TERHADAP SAUDARAKU SESAMA MUSLIM. AKU BERUSAHA TIDUR DENGAN HATI BERSIH, BENING DAN IKHLAS SERTA BERTAWAKKAL KEPADA TUHANKU." Sejenak lelaki tsb mengusap air matanya, kemudian melanjutkan :"Jika amalan kecil ini memang punya nilai, Subhanallah Wal-Hamdulillah."

Mendengar uraian lelaki tsb, sang utusan berseri-seri : "Terima kasih sahabat atas hikmah yg telah berikan. Saya akan memberitahukan amalan ini kepada para sahabat-sahabat lainnya. Utusan itupun pamit pulang dengan membawa pelajaran berharga.

Kisah Seorang Pendosa di Hari Kiamat


Kisah Seorang Pendosa di Hari Kiamat

Ini adalah sebuah kisah nyata yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW. Ini adalah sebuah cerita yang akan mengajarkan kita pentingnya berpegang teguh pada tauhid.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah akan membuat seorang pria berdiri di hadapan semua makhluk pada hari kiamat. Kemudian 99 perkamen yang bertuliskan amal buruknya akan dibawakan. Panjang setiap perkamen adalah sejauh mata memandang.

Dan Allah berfirman kepadanya “Apakah ada yang kau sangkal? Apakah malaikat-malaikat-Ku bersikap tidak adil kepadamu?”

Dia akan menjawab “Tidak, Tuhanku.”

Allah akan berfirman “Apakah kau punya sanggahan?”

Dia akan menjawab “Tidak, Tuhanku.”

Allah akan berfirman “Tidak, sebenarnya kau punya 1 amal baik yang tercatat bersama Kami. Karena pada hari ini, kau tidak akan diperlakukan dengan ketidakadilan.”

Kemudian sebuah kartu dibawakan. Di dalamnya tertulis “La ilaha ilallah muhammadur rasulullah sallallahu alayhi wa sallam.” Dan inilah satu amal baik itu.

Allah akan berfirman “Timbanglah amal baikmu.”

Lalu orang itu berkata “Ya Tuhanku, apa artinya 1 amal baik kecil ini terhadap semua perkamen ini?” 

Allah berfirman “Pada hari ini, kau akan diperlakukan dengan sebenar-benar keadilan.”

Jadi 99 perkamen (amal buruk) ditaruh di satu sisi timbangan, sementara kartu itu (amal baik) ditaruh di sisi lainnya. Ternyata 99 perkamen itu kalah berat oleh 1 kartu itu. Tidak ada yang lebih berat daripada ketauhidan, maka dari itu kita harus berpegang teguh pada tauhid...